Orang Utan di Rawa Tripa Tinggal 200 Ekor

Keberadaan orang utan di kawasan Rawa Tripa saat ini diprediksi hanya tinggal 200 ekor. Padahal tahun 1990 masih tercatat hampir 2.000 ekor.

Hal itu disampaikan oleh Direktur Konservasi dari SOCP, Dr Ian Singleton, dalam siaran persnya, Senin, 18 Juni 2012. Kawasan Rawa Tripa di Kabupaten Nagan Raya dan Aceh Barat Daya memiliki luas 61.803 hektare.

Menurut Ian Singleton, berkurangnya populasi orang utan di kawasan tersebut disebabkan konversi hutan menjadi areal perkebunan sawit yang masih terus berlangsung hingga saat ini. “Padahal Tripa merupakan kawasan yang mempunyai populasi orang utan tertinggi di dunia,” katanya.

Pada 16 Juni lalu, pihaknya turut menyelamatkan seekor bayi orang utan jantan dari masyarakat, yang mencoba menjual bayi orang utan tersebut kepada anggota tim investigasi. “Penyelamatan ini merupakan kesuksesan besar hasil kolaborasi yang luar biasa dari polisi dan berbagai institusi yang terlibat,” ujar Ian Singleton.

Penyelamatan tersebut adalah yang kedua di Tripa, hanya berselang sehari dari penyelamatan seekor orang utan jantan remaja yang direlokasi karena habitatnya hampir habis, digunakan untuk perkebunan kelapa sawit. “Saat ini tim kami di lapangan mendapati pembakaran lahan untuk area kebun masih terus berlangsung di dalam ekosistem Leuser,” ucap Ian Singletin

Foto yang diperoleh dari satelit menunjukkan, dalam enam bulan terakhir, telah terjadi konversi lebih dari 1.500 hektare area Rawa Tripa. Tim penyidik dari pemerintah pusat telah turun untuk menyelidiki kegiatan ilegal tersebut.

Sementara itu, Nurdin, dari Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, mengatakan orang utan adalah satwa langka dilindungi yang seharusnya tidak ditangkap, dijadikan hewan peliharaan, maupun diperdagangkan. Penyelamatan ini telah meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa mereka seharusnya tidak memperdagangkan hewan langka tersebut.

Farwiza dari Badan Pengelola Kawasan Ekosistem Leuser (BPKEL) menyebutkan bahwa kawasan Tripa harus direhabilitasi karena bagian penting dari Ekosistem Leuser. “Penyelamatan orang utan ini merupakan kolaborasi yang hebat dari masyarakat, polisi, NGO, dan institusi pemerintahan,” tuturnya.

Rawa Tripa adalah salah satu dari tiga hutan rawa yang berada di pantai barat Pulau Sumatera, dengan luas mencapai 61.803 hektare. Secara administratif, 60 persen luas Rawa Tripa berada di Kecamatan Darul Makmur dan Nagan Raya. Sisanya berada di wilayah Babahrot, Aceh Barat Daya. Wilayah tersebut berada dalam Kawasan Ekosistem Leuser (KEL), yang telah ditetapkan sebagai kawasan strategis nasional untuk pelestarian lingkungan hidup.

Dalam Rencana Tata Ruang dan Wilayah Provinsi Aceh yang dituangkan dalam Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 1995, bagian tertentu dari Rawa Tripa ditetapkan sebagai kawasan lindung.

 

(Sumber: TEMPO.CO, Banda Aceh)

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s